Air Kehidupan

Bacaan Alkitab : Yohanes 4:1–26

Dulukala sebelum manusia menggunakan alat penerang berbahan dasar minyak bumi atau karena kemajuan teknologi menggunakan lampu listrik, apa yang manusia gunakan untuk meneragi gelap. Manusia menggunakan alat penerang yang sangat sederhana dari hasil olahan cairan kental yang meleleh dari batang pohon damar. Cairan yang meleleh lalu mengental keras dari sayatan pohon damar yang luka, ia berubah mengkristal dan diambil, kemudian diolah untuk keperluan penerang dikegelapan malam yang pekat. Dari aliran air yang mengkristal itu manusia bisa beraktifitas sekalipun malam begitu pekat.

Sekarang memang alat penerang yang sederhana seperti olahan damar yang mengkristal itu tak lagi laku dalam rumah yang sederhana sampai yang mewah di perumahan elite. Tetapi air yang meleleh kental dari batang pohon damar konon masih dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kaca. Aliran air itu sungguh membuat manusia dapat melihat dan menatap keindahan kaca berukir di jendela rumah ataupun cermin yang terpampang dirumah yang sederhana sampai yang mewah di kompleks perumahan orang-orang yang kaya raya. Cermin yang indah untuk melihat apakah diri ini sudah sempurna atau belum. Karena sayatan yang melukai pohon damar, keluarlah cairan yang lama-kelamaan mengental, berubah jadi gumpalan kristal yang memberi manfaat bagi manusia. Air yang meleleh dari sayatan pohon damar telah membuat manusia hidup dalam terang dengan penampilan yang cantik.

 

Saudara terkasih dalam Tuhan Yesus,
Bacaan hari ini mengisahkan tentang Tuhan Yesus yang mengajar bahwa Ia, Yesus adalah air hidup. Air yang mengalir dari dalam diri-Nya keluar untuk menghidupi dan terus-menerus memancar kepada hidup yang kekal. Air yang mengalir memberi faedah pada yang menerima-Nya sehingga hidupnya menampakan sebuah keindahan yang nampak dalam perilaku atau moral yang baik. Yang berdosa dibaharui ketika bertemu dengan Sang Air Hidup yang mulia. Tuhan Yesus mengajar bahawa Ia adalah air hidup. Yang menerimanya tidak akan haus lagi. Syarat yang Kristus Yesus ajarkan kepada kita dalam cerita ini adalah siapa yang mau menerima air hidup perlu lebih dahulu mengakui kesalahan yang terpendam dalam diri, berkata benar, jujur serta terbuka kepada Tuhan yang adalah Sang Air Hidup itu sendiri. Kalau persyaratan itu sudah kita kerjakan lantas akan lahir sebuah kehidupan baru yang bukan saja indah dalam pandangan orang lain melainkan contoh hidup yang berubah akan membuat kita ibarat ‘damar’ yang menyala untuk menerangi kegelapan dunia. Kita diubah menjadi ‘cermin,’ yang oleh kita, pribadi maupun keluarga, maka sesama kita yang hidup dengan perilaku yang compang-camping bisa menjadi baik.

Selamat Menerima Tetesan Air Hidup yang Mengcristal dalam Diri dan Berubah untuk Mengubah sesama Manusia di dunia yang Haus akan Kebenaran dalam Yesus. Salam, JW

 

Author : JW
Editor : /B/K

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *