Taklukkan Masalah & Beritakan Tuhan Bekerja

Materi Khotbah Pelkat PKB, PKP & GP
Sabtu, 5 Mei 2018

2 Raja2 4 : 44
TAKLUKKAN MASALAH, MEWARTAKAN TUHAN BEKERJA.
oleh: Pdt. Samuel Natar.

Pendahuluan

Tidak ada seorang pun yang tidak punya masalah atau Pergumulan. Dan Tampaknya Tuhan mengizinkan masalah atau pergumulan terjadi bagi setiap orang, untuk melihat sejauh mana mereka mengandalkan DIA terlihat didalamnya.

Pemahaman Konteks

Pembacaan kita saat ini, mengisahkan tentang terjadinya kelaparan di Gilgal dan Elisa dikunjungi oleh rombongan para Nabi (ay. 38). Tampaknya kebutuhan makan para nabi saat itu, tidak lagi tersedia, sehingga mereka (rombongan para nabi) akhirnya memutuskan mengunjungi Elisa. Mungkin mereka beranggapan, bahwa Elisa dengan kuasa yang Tuhan berikan kepadanya, dapat menjawab kebutuhan makan atau kebutuhan hidup mereka terpenuhi.

Pemahaman Teks

Dalam bacaan kita tadi dijelaskan, bahwa seorang dari Baal-salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: “Berikanlah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan “. Elisa menyadari bahwa orang-orang yang datang untuk meminta pertolongan kepadanya, harus di tolong. Tindakan memberi pertolongan adalah suatu kewajiban bagi Elisa yang adalah seorang abdi Allah. Walaupun ia harus direpotkan untuk menyiapkan segala sesuatunya, untuk kebutuhan bagi yang meminta pertolongan. Namun Elisa sebagai abdi Allah, selalu yakin, bahwa hidup ini selalu disertai dengan berbagai ujian yang Tuhan hadirkan kepada setiap orang. Bukan hanya menyangkut kesulitan hidup saja sebagai ujian yang Tuhan berikan atau izinkan, melainkan juga terkadang Tuhan mengutus orang lain yang diperhadapkan Pada kesulitan hidupnya, lalu apa respon kita. Menolakkah atau menyambutnya dan memberi pertolongan. Tidak sedikit orang yang menolak untuk memberi bantuan orang lain, apalagi orang tersebut tidak dikenal.
Elisa menyuruh abdinya agar memberikan roti yang dibawa dari Baal-Salisa untuk rombongan itu makan. Bisa jadi bahwa roti dan gandum yang dibawa itu, untuk kebutuhan mereka. Tetapi Elisa Malah lebih memprioritaskan orang lain dari diriNya dan abdinya. Pada ay. 43. Dijelaskan: Tetapi pelayanan itu berkata : “Bagaimankah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?? Abdi Elisa menyadari bahwa roti yang akan dihidangkan, tidaklah cukup untuk seratus orang yang akan memakannya. Secara manusiawi, abdi Elisa itu benar, namun ia tidak melihat secara iman, tentang adanya kuasa yang Allah berikan kepada Elisa. Karena itu, Elisa menjawab: “Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, Sebab Beginilah Firman Tuhan : Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya”. Dalam Hal apapun Elisa tidak pernah menyangsikan kuasa dan campur tangan Tuhan kepadanya. Sebab Elisa percaya, bahwa Tuhan Allah yang ia Sebab tidak akan mungkin mempermalukan dirinya. Ay. 44 dikatakan: Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman Tuhan.
Kisah ini mengingatkan kita tentang lima potong roti dan dua ekor iman untuk menjawab kebutuhan makan bagi lima ribu orang (Matius 14:13 – 21). Murid-murid Yesus menyampaikan kepada Tuhan Yesus, hanya ada Lima potong roti dan dua ekor ikan, namun Yesus tetap menyuruh murid-muridNya untuk memberi mereka makan. Apa yang terjadi, ketika Tuhan Yesus Mengucap syukur dan berkat atas makanan tersebut, mujizat Tuhan pun terjadi. Semua orang yang berkumpul kira-kira jumlahnya lima ribu orang saat itu, terjawab kebutuhan makan mereka. Bahkan sampai sisa Dua Belas bakul banyaknya.

Aplikasi

Saudaraku apa yang dapat kita renungkan dari Firman Tuhan saat ini..?? Ada beberapa hal yang patut kita renungkan bersama.:

  • Bahwa setiap orang pasti Tuhan izinkan untuk menghadapi pergumulan atau persoalan hidup. Apa bila hal tersebut terjadi, maka tidak ada seorang pun yang bisa menolaknya.
  • Bisa Jadi, Tuhan memberikan atau mengizinkan pergumulan atau persoalan orang lain harus kita atasi. Mungkin hal tersebut sebagai bentuk ujian yang Tuhan berikan, lalu apakah kita Pekah, bahwa Tuhan Yesus ingin melihat bentuk kasih yang IA ajarkan dapat dinyatakan atau dilakukan kepada orang lain..?? Kita diingatkan oleh Firman Tuhan dalam Injil Matius 25:40 “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu untuk salah seorang Saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.
  • Tuhan Yesus tau apa yang kita butuhkan. Mungkin pada saat kita ingin menolong orang lain, yang ada pada kita, hanyalah kebutuhan yang juga kita butuhkan. Seperti yang dialami oleh abdi Elisa dan murid-murid Tuhan Yesus. Namun baik Elisa dan Tuhan Yesus tetap menyuruh untuk memberi mereka makan. Demikian juga Tuhan Yesus menyuruh kita untuk tetap menolong orang lain. Tuhan Yesus ingin mengatakan kepada kita, bahwa kita tidak perlu kuatir. Karena mujizatNya itu nyata. Tuhan Yesus tidak akan pernah membuat kita berkekurangan ketika kita menolong orang lain. Bahkan IA dapat membuat kita hidup berkelimpahan. Percayalah kita akan hal ini..??
    Karena itu, marilah kita menjadi berkat bagi orang lain, dimana pun kita berada. Amin.

Selamat mempersiapkan pelayanan kita, Tuhan Yesus selalu memberkati dan menyertai pelayanan kita bersama, Amin.

 

Informasi Penulis:

Pdt. Samuel Natar, adalah Ketua Majelis Jemaat GPIB jemaat “Immanuel” Mojokerto. Bertugas di Mojokerto sejak 14 Atustus 2016. Kiranya apa yang dituliskan sebagai bahan tambahan renungan dalam memahami Firman Allah; kebenaran mutlak pada Alkitab, mintalah Bimbingan Roh Kudus untuk mengerti dan memahami makna Firman Allah tersebut.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *