Nyawa

Bacaan Alkitab : Markus 8:35

Nyawa, sesuatu yang penuh misteri yang mendiami diri kita. Sekalipun indra seorang manusia dalam keadaan baik dan sempurna namun nyawa tidak dapat ia lihat, pegang, raba atau merasakannya dalam tubuh kedagingannya. Agak sulit untuk kita mendefenisikan apa itu nyawa. Hanya bisa kita tahu kalau ia adalah kekuatan yang menyelam dalam diri tiap manusia. Kalau ia menyelam dalam diri kita tentu ia berasal dari luar diri ini. Kita yakini dari semula nyawa adalah pemberian Allah. Untuk itu kita boleh menggunakan Alkitab untuk memahami kekuatan kuasa nyawa yang sedang berdiam dalam tubuh kedagingan ini.

Dalam kejadian 2:7 tersebutlah kalau Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikian manusia menjadi makhluk yang hidup. Pemberian hidup kepada manusia dilukiskan sebagai akibat dari tindakan Allah yang khusus, Allah memberi hidup dan nafas kepada manusia pertama. Pemberian yang Allah limpahkan yang bersifat luar biasa itu menunjukan manusia lebih istimewa dari segala makhluk yang lain. Status manusia di antara ciptaan lain adalah lebih tinggi dan mulia. Manusia memiliki hakekat diri yang lain dari segala makhluk.
Manusia memiliki selain keunggulan di atas segala makhluk ia juga mempunyai sebuah ikatan yang terjalin kuat dengan Allah. Sifat Allah yang baik, tertib dan teratur serta menghendaki terus menerus adanya kebaikan melekat dalam diri manusia. Kalau begitu nafas hidup yang boleh dalam tulisan ini saya sebut sebagai nyawa manusia adalah pemberian Allah. Nyawa adalah warisan Allah. Oleh dan di dalam nyawa limpahan pemberian Allah itu sesungguhnya Allah mengendaki sebuah pola hidup manusia berdosa tidak mencintai dirinya sendiri melainkan berani mengorbankan diri demi hidup sesama yang baik.

Dalam Markus 8: 35, Tuhan Yesus katakan: “…tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.” Apa yang Tuhan Yesus maksudkan dalam ucapan-Nya ini ya? Begini, ketika Tuhan sedang berbicara pada waktu itu, semua orang yang ada di sekitarnya tahu tentang Allah itu ada. Ia tinggal di tempat yang tak terhampiri. Manusia mencarinya tetapi tak memahamai kalau Ia sedang berkarya di tengah mereka dulu bahkan sampai saat ini. Mereka tahu tentang Allah itu baik namun mereka tak mampu menunjukan sifat kebaikan Allah itu pada Allah dan sesama. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus berkata barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku –artinya siapa yang mempertaruhkan hidup dan nafas hidup, percaya pada Yesus dan rela kehilangan hidup dan nafas hidup dalam Tuhan Yesus karena percaya dan berbuat baik – Ia akan menyelamatkannya. Percaya pada Tuhan Yesus dan melakukan yang Tuhan perintahkan yang sekalipun harus berhadapan dengan pengorbanan bahkan kematian ia akan menemukan kehidupan yang sempurna seperti yang sudah Tuhan Yesus nyatakan dalam ketaatan pada Bapa surgawi. Ia setia dan taat melakukan yang Bapa perintahkan sehingga boleh beroleh hidup yang kekal.

Kita yang percaya dan melakukan perintah Yesus tahu kalau hidup kekal diperoleh karena hubungan yang pasti dalam Tuhan Yesus. Hidup itu pun kita peroleh karena kecintaan untuk melakukan semua perintah yang Ia ajarkan supaya kita kerjakan. Yang pasti nyawa itu begitu berharga. Kalau hanya hidup untuk diri sendiri pasti akan kehilangan nyawa. Selain itu bila berani pertaruhkan nyawa karena percaya pada Tuhan Yesus dan taat melakukan semua yang Ia perintahkan sekalipun mungkin akan kehilangan rupa-rupa kesempatan indah di tempat kerja, di dalam pergaulan hidup dengan kekasih, teman dan sahabat tetapi untuk itu Tuhan Yesus janjikan, “ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” Seperti Allah hidup kekal maka yang pertaruhkan nyawanya untuk Tuhan Yesus akan beroleh hidup yang kekal. Selamat memelihara nyawa Anda di tengah dunia yang penuh ancaman ini. JW

 

Author: JW
Editor: /B/K

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *