Ketetapan Hati Sebagai Nafas Ketekunan

Materi Khotbah ibadah keluarga

Rabu, 16 Mei 2018
KETETAPAN HATI SEBAGAI NAFAS KETEKUNAN.
Kisah Para Rasul 1:12-14
Oleh: Pdt. Samuel Natar.

Pendahuluan.

Kita sering mendengar pesan atau nasehat dari seorang tua kepada anak-anaknya, kalau mereka akan pergi ke suatu tempat. Biasanya pesan yang disampaikan : Jaga rumah ya.., tidak boleh berkelahi, jaga adikmu, ingat kalau masak jangan lupa matikan kompor dan lain sebagainya. Tentu bagi kita orang tua, agar nasehat atau pesan yang disampaikan kepada anak-anak dapat ditaati dengan baik. Selain itu, anak-anak akan mengalami kedamaian dan ketentraman antara saudara yang satu dengan yang lainnya, dan tentu kita sebagai orang tua akan semakin mengasihi mereka.

Pemahaman Konteks.

Setelah Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati, IA beberapa kali menampakkan diri kepada murid-muridNya dan hidup bersama dengan mereka. Empat puluh hari lamanya, Tuhan Yesus bersama murid-muridNya, memberi pengajaran dan bimbingan, agar mereka semakin percaya, serta dapat diandalkan dalam melaksanakan misi Kristus, yaitu pergi memberitakan Injil Kristus (Matius 28:18-20). Hal tersebut Tuhan Yesus lakukan, mengingat bahwa IA tidak selamanya bersama mereka. Tampaknya empat puluh hari Tuhan Yesus bersama para murid, setelah kebangkitanNya, ternyata belumlah cukup untuk mempersiapkan para murid menjadi saksi-saksiNya. Karena itu, sebelum Tuhan Yesus meninggalkan para murid dan kembali menjadi Tuhan dan Allah yang berkuasa, IA berpesan kepada para murid, bahwa mereka akan menerima kuasa Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:8). Roh Kudus dianugrahkan oleh Tuhan Yesus kepada para murid dengan tujuan untuk: “… Mengajarkan segala sesuatu kepadamu (para murid) dan akan mengingatkan kamu (mereka) akan semua yang telah kukatakan kepadamu” (Yohanes. 14:26 ). Artinya, bahwa pengalaman para murid ketika masih bersama dengan Tuhan Yesus, seperti berbagai pengajaran yang IA perdengarkan kepada mereka, berbagai kuasa dan mujizat yang telah Tuhan Yesus perlihatkan kepada mereka, bahkan pengalaman pribadi Yesus dengan BapaNya pun mereka alami, serta kematian dan kebangkitanNya yang mereka juga alami, dan janji keselamatan yang Tuhan Yesus berikan, akan diingatkan kembali oleh kuasa Roh Kudus yang akan Tuhan Yesus berikan kepada mereka. Namun mereka haruslah sabar, serta tetap bertekun untuk menjadikan penggenapan akan janji Allah tersebut.

Pemahaman Teks.

Setelah Tuhan Yesus menyampaikan banyak hal kepada murid-muridNya, terangkat IA ke Sorga (Kisah Para Rasul 1:9). Peristiwa agung para murid saksikan mengenai terangkatnya Tuhan Yesus ke sorga, sungguh menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para murid, dan yang pasti tidak akan mungkin mereka lupakan. Apalagi dua orang malaikat Tuhan yang tampil dan mengatakan: “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat DIA naik ke sorga” (Kisah Para Rasul 1:11). Pernyataan malaikat Tuhan tersebut, telah menambah keyakinan para murid, bahwa Tuhan Yesus, pasti menepati janjiNya.
Karena itu, setelah menyaksikan berbagai peristiwa yang mengagungkan tersebut, kembalilah mereka ke Yerusalem (ayat. 12), tentu dengan semangat yang baru. Mereka tidak lagi merasa gelisah dan takut, ketika mereka berjumpa dengan orang lain. Tidak seperti waktu Tuhan Yesus ditangkap, disiksa dan disalibkan. Para murid yang saat itu melihat Tuhan Yesus tidak dapat membela diriNya sendiri padahal Dia memiliki kuasa yang luar biasa, membuat keyakinan dan iman mereka menjadi lemah. Akibatnya, iman mereka menjadi lemah, timbul rasa takut ketika berjumpa orang lain. Mereka lari dan bersembunyi, agar mereka tidak mengalami penderitaan, seperti yang Tuhan Yesus alami. Bahkan salah satu murid yang Tuhan Yesus kasihi, melakukan penyangkalan sampai tiga kali,yaitu Petrus. Sebab, jika ia mengakui bahwa ia adalah pengikut Tuhan Yesus, maka bisa jadi ia juga akan mengalami nasib yang sama, seperti yang Tuhan Yesus alami dan rasakan. Miris memang saat itu. Mungkin kita akan mengalami hal yang sama, ketika kita diperhadapkan, seperti yang para murid alami. Menyangkal mungkin, atau mungkin menghianati Dia.
Namun Peristiwa terangkatNya Tuhan Yesus ke Sorga dan janji kuasa Roh Kudus yang akan mereka terima, membuat mereka semakin percaya bahwa Yesus Adalah Tuhan dan Allah mereka. Mereka saat merindukan kuasa Roh Kudus tersebut. Karena itu, setelah mereka sampai di Yerusalem, mereka berkumpul di sebuah ruang dalam satu rumah. Semua murid itu berkumpul. Mereka membangun sebuah kekuatan ikatan kasih persaudaraan sebagai murid Kristus. Selain itu, mereka bertekun dalam pujian dan penyembahan, serta berdoa yang tidak putus-putusnya. Mereka, para murid sangat percaya, bahwa: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya “(Yakobus. 5:16b). Tampak spritualitas yang baru mereka mulai terbangun, setelah ketakutan beberapa saat lamanya. Dari pujian dan doa yang dinaikkan secara bersekutu / bersama-sama, membuat mereka semakin menyadari arti kebersamaan. Apalagi disertai dengan pujian, penyembahan dan doa kepada Allah. Sebab bagi para murid, hanya dengan bertekun dalam penyembahan, puji-pujian dan doa, maka kuasa Roh Kudus yang Tuhan Yesus janjikan akan tergenapi, apalagi disampaikan secara bersama-sama. Disinilah para murid merasakan makna dari persekutuan yang mereka bangun. Para murid sendiri mengakui, bahwa melalui persekutuan yang dinyatakan dengan ketulusan dan kesungguhan, kemuliaan dan ke-Mahakuasa-an Allah akan mereka rasakan dalam kehidupan mereka dan disanalah Roh Kudus hadir dan bekerja.

Aplikasi

Karena itu, saudaraku dari pemberitaan Firman Tuhan saat ini, apa yang dapat kita pelajari dan renungkan dalam kehidupan kita ??. Ada beberapa hal yang menurut saya menarik untuk menjadi pokok perenungan kita :

  • Peristiwa terangkatNya Tuhan Yesus ke Sorga telah memberikan satu lagi kepastian iman percaya kita pada Tuhan Yesus. Yaitu Tuhan Yesus tidak hanya mengorbankan hidupNya menjadi tumbal bagi dosa kita, melalui kematianNya dan kemudian kebangkitanNya sebagai kemenangan dari dosa dan maut, sebagai wujud yang Ilahi Yesus. Tetapi juga, terangkatNya IA ke Sorga telah melengkapi pengakuan percaya kita, bahwa memang benar Yesus itu adalah Tuhan dan Allah. Karena itu, bagi kita yang percaya kepadaNya, kita tidak perlu menyangsikan akan pengakuan tersebut. Apa lagi, kembalinya Tuhan Yesus ke sorga, untuk menyiapkan tempat bagi saudara dan saya, seperti Kata Firman Tuhan : “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada”(Yohanes 14:2-3).
  • Sebagai orang percaya, walau kita telah mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah, serta juruslamat kita, namun kita tetap membutuhkan Roh Kudus. Mengapa, karena Roh Kudus yang dihadirkan dalam hidup kita oleh Tuhan Yesus, terus mengajarkan dan membimbing kita agar selalu bertekun dalam pujian, penyembahan dan doa. Baik secara pribadi, maupun dalam setiap persekutuan. Karena melalui pujian, penyembahan dan doa, kita diberi kekuatan oleh Tuhan Yesus, untuk dengan berani menghadapi berbagai tantangan iman yang terkadang dapat merengut jiwa dan hidup kita. Karena itu, ingatlah akan hal ini: dengan pujian dan doa, tembok kota Yeriko runtuh. Dengan pujian dan doa, pintu penjara yang memenjarakan Paulus terbuka. Dengan pujian dan doa kita, maka segala tantangan apa pun yang kita hadapi, pasti akan dapat teratasi. Jadi Firman Tuhan yang selalu kita dengar, mengajarkan kepada kita untuk tidak perlu kuatir dan takut menjalani hidup ini dan menghadapi berbagai tantangan serta cobaan. Sebab janji penyertaan Roh Kudus akan selalu dinyatakan dalam hidup kita. Percayalah…
  • Persekutuan yang dibangun oleh para murid ketika mereka menantikan pencurahan Roh Kudus, adalah suatu kekuatan pemersatu. Bahwa segala sesuatu yang akan mereka kerjakan nantinya, jika dikerjakan sendiri, maka pastilah tidak maksimal. Tuhan Yesus meminta murid-muridNya berkumpul dan menantikan janjiNya, untuk mengajarkan kepada mereka arti kebersamaan, arti senasib sepenanggungan. Tuhan Yesus ingin, ketika IA tidak lagi bersama dengan mereka, maka para murid haruslah saling memperhatikan, saling menguatkan, saling menopang, saling menasehati, saling menolong dan saling mendoakan. Hal tersebut dapat terwujud, jika mereka senantiasa berkumpul atau bersekutu.
    Mengapa Tuhan Yesus meminta agar mereka saat-saat tertentu berkumpul atau bersekutu?? Karena, ketika mereka sudah memulai melakssnakan tugas dan pelayanan mereka masing-masing, tentu mereka akan diperhadapkan oleh berbagai hal. Kita pun demikian, dari hari Senin sampai Sabtu, kita diperhadapkan oleh berbagai Pergumulan dan persoalan, ada saatnya Tuhan Yesus mengundang kita bertemu, melalui ibadah Rumah Tangga/ IRT, di Ibadah Pelkat, dan di ibadah Minggu. Tujuannya, agar kita diperlengkapi dan saling memperlengkapi, agar kita dikuatkan, untuk saling menguatkan, agar kita Di jagaNya untuk saling menjaga, agar kita saling mendoakan. Di dalam pertemuan berkumpul kita, kuasa Tuhan Yesus bekerja melalui Roh KudusNya. Agar kita semakin merasakan janji penyertaanNya dalam kehidupan kita melalui peran Roh Kudus. Amin.

Selamat mempersiapkan pelayanan ibadah keluarga yang Tuhan Yesus percayakan kepada kita. Dan percayalah bahwa kuasa Roh Kudus akan menolong kita memampukan pekerjaan pelayananNya. Tuhan Yesus berkati.

 

Salam kasih dari kami. Pdt. Samuel Natar, M. Th

Pdt. Samuel Natar, adalah Ketua Majelis Jemaat GPIB jemaat “Immanuel” Mojokerto. Bertugas di Mojokerto sejak 14 Atustus 2016. Kiranya apa yang dituliskan sebagai bahan tambahan renungan dalam memahami Firman Allah; kebenaran mutlak pada Alkitab, mintalah Bimbingan Roh Kudus untuk mengerti dan memahami makna Firman Allah tersebut.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *